Efektifkah PSBB Untuk Atasi COVID-19?

Selasa, 12 Mei 2020

Efektifkah PSBB Untuk Atasi COVID-19?

Link Sehat - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi pilihan pemerintah dalam mencegah penyebaran dan penularan virus SARS-COV-2 di Indonesia. Merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020, PSBB adalah pembatasan kegiatan penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi COVID-19 untuk mencegah kemungkinan penyebarannya.

Penerapan PSBB di suatu daerah dilakukan berdasarkan persyaratan tertentu dan atas persetujuan Menteri Kesehatan RI.

Seberapa efektif penerapan PSBB untuk atasi COVID-19?

Aturan PSBB wajib dipatuhi jika ingin penyebaran COVID-19 segera dapat dikendalikan. Sayangnya, meski PSBB telah diterapkan, masih banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah (seperti bekerja dan berkumpul) tanpa menjaga jarak aman dengan sekitar (physical distancing). Itu sebabnya banyak orang yang mempertanyakan efektivitas PSBB.

Jadi terkait pertanyaan ini, jawabannya tergantung pada ketegasan pemerintah dalam menerapkan PSBB dan kepatuhan masyarakat. Tanpa keduanya, aturan ini akan sia-sia. Apabila Anda ingin segera bisa beraktivitas tanpa khawatir tertular COVID-19, sebaiknya Anda mematuhi anjuran PSBB berikut:

  • Tidak berkerumun
  • Tidak keluar rumah, kecuali untuk keperluan mendesak
  • Tidak mudik
  • Jaga jarak aman dengan orang di sekitar (1-2 meter)

Selain itu, Anda juga wajib memakai masker saat sakit dan keluar rumah (boleh masker bedah/masker kain), cuci tangan pakai sabun (sebelum makan dan menyentuh area wajah), serta menerapkan gaya hidup sehat agar daya tahan tubuh optimal.

Update: Saat ini beberapa daerah telah menerapkan sanksi (bukan lagi berupa teguran) bagi masyarakat yang tidak mematuhi aturan PSBB.

Perlukan melakukan rapid test untuk deteksi antibodi COVID-19?

Selain menerapkan PSBB, pemerintah juga semakin gencar dalam melakukan rapid test (bekerja sama dengan penyedia layanan konsultasi dokter online) dan PCR untuk diagnosis COVID-19. Saat ini Anda bisa mendapatkannya secara gratis atau berbayar di fasilitas kesehatan tertentu.

Rapid test gratis biasanya diprioritaskan untuk orang dengan kategori berikut:

  • Orang dalam pemantauan (ODP)
  • Pasien dalam pengawasan (PDP)
  • Orang yang pernah kontak dengan pasien positif
  • Petugas kesehatan dan orang yang bekerja di puskesmas/klinik
  • Orang dengan profesi yang interaksi sosialnya tinggi

Jika Anda punya pertanyaan seputar COVID-19 dan rapid test, hubungi dokter kami untuk konsultasi gratis.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)
Author Novi Sulistia Wati, S.KM Novi Sulistia Wati, S.KM
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

FAQ Seputar Covid-19

Buat yang masih penasaran soal Covid-19, berikut fakta yang perlu diketahui.

Covid-19: Kenapa Social Distancing Penting?

Untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, banyak negara telah menyarankan warganya untuk melakukan Baca Selengkapnya...

Seberapa Efektif Rapid Test untuk Deteksi COVID-19?

Berkat skrining awal rapid test, semakin banyak jumlah kasus positif COVID-19 yang dapat Baca Selengkapnya...