Cek Kesehatan Pranikah, Apa Saja yang Harus Diperiksa?

Selasa, 16 Juni 2020

Cek Kesehatan Pranikah, Apa Saja yang Harus Diperiksa?

Link Sehat - Cek pranikah atau premarital check up adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Cek pranikah penting dilakukan karena tidak semua calong pengantin mempunyai riwayat kesehatan yang baik. Meski tampak sehat, seseorang bisa saja memiliki sifat pembawa (carrier) penyakit yang dapat diturunkan kepada anaknya.

Kenapa diperlukan cek kesehatan pranikah?

Cek pranikah diperlukan untuk:

  • Mengetahui riwayat kesehatan, masalah kesehatan, serta kesuburan pada diri sendiri dan pasangan.
  • Mengidentifikasi infeksi menular seksual seperti Hepatitis B/C serta HIV/AIDS.
  • Mendeteksi penyakit genetik atau bawaan yang dapat diturunkan seperti thalasemia atau hemophilia.

Apa saja manfaat cek kesehatan pranikah?

Berikut ini beberapa manfaat cek pranikah untuk Anda maupun pasangan:

  • Mencegah berbagai penyakit ataupun masalah kesehatan lain di kemudian hari pada diri sendiri, pasangan, serta yang dapat diturunkan pada anak, seperti thalasemia, hemophilia, dan lainnya.
  • Dengan mengetahui tingkat kesuburan pasangan, dokter bisa merekomendasikan program yang tepat serta mengambil persiapan matang sebelum memiliki keturunan.
  • Dapat mencegah infeksi menular kepada pasangan dan melakukan pengobatan sedini mungkin.
  • Menghasilkan keluarga serta keturunan sehat di masa depan.
  • Membuat calon mempelai masing-masing lebih terbuka sehingga dapat memahami riwayat kesehatan satu sama lain.

Apa saja jenis cek kesehatan pranikah?

Terdapat beberapa rangkaian tes saat melakukan cek pranikah, yaitu:

1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan tes fisik seperti cek tanda vital, meliputi tekanan darah, nadi, suhu, laju nafas serta pemeriksaan umum seperti tinggi badan dan berat badan.

2. Tes laboratorium

Cek pranikah diambil melalui sediaan darah dan juga urin. Pada tes darah, beberapa tes yang mungkin dilakukan adalah:

  • Profil darah lengkap seperti leukosit, hematokrit, trombosit, hemoglobin, eritrosit, laju endap darah, dan golongan darah. Pemeriksaan darah tambahan juga dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit seperti diabetes melitus, kolesterol, asam urat, fungsi hati, hingga fungsi ginjal.
  • Pemeriksaan Rhesus untuk mengetahui kecocokan antara golongan rhesus darah perempuan dan pria. Rh-negatif pada perempuan serta Rh-positif pada pria berisiko menimbulkan reaksi yang berakibat fatal pada janin di dalam kandungan. Pada kondisi ini diperlukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter sebelum memutuskan untuk memiliki anak.
  • Tes urin lengkap. Pemeriksaan ini melihat warna, bau, hingga jumlah urin yang dikeluarkan. Dari tes ini dapat dilihat apakah terdapat infeksi atau kelainan dari sistem kemih.
  • Tes Infeksi menular seksual seperti hepatitis B/C, HIV/AIDS, serta TORCH (infeksi Toxoplasma, Rubella, Herpes). Tes ini penting untuk dilakukan agar tidak terjadi penularan terdapat pasangan maupun anak. Mendeteksi penyakit infeksi menular seksual lebih awal dapat membantu dokter untuk melakukan pengobatan sedini mungkin. Beberapa jenis infeksi ini jika tidak ditangani juga dapat menyebabkan penyakit bawaan pada janin di dalam kandungan.
  • Tes penyakit genetik atau penyakit keturunan lainnya. Beberapa penyakit dapat diturunkan melalui genetik dari kedua orang tuanya, seperti penyakit thalasemia dan alergi. Jika salah satu dari calon mempelai merupakancarrieratau pembawa sifat talasemia, maka pasangannya harus di tes juga. Jika kedua calon mempelai merupakan carrier thalasemia, segera lakukan konseling genetik dengan dokter Anda karena kemungkinan anak menderita thalasemia sangatlah besar. Pada calon mempelai dengan alergi, risiko anak mempunyai alergi juga besar.
  • Pemeriksaan organ reproduksi. Pemeriksaan ini berkaitan dengan kesuburan serta organ reproduksi pria maupun perempuan. Tes ini bertujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan organ reproduksi diri sendiri dan pasangan. Pada perempuan, pemeriksaan USG dilakukan untuk melihat kondisi rahim dan indung telur. Sedangkan pada pria, pemeriksaan analisa sperma juga dilakukan.

Kapan sebaiknya melakukan cek kesehatan pranikah?

Tidak ada ketentuan khusus mengenai kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan serangkaian tes ini. Namun, sebaiknya Anda dan pasangan dapat melakukan cek pranikah antara 6 sampai 3 bulan sebelum pernikahan. Bila terdapat hasil yang kurang baik, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan selanjutnya. Beberapa pemeriksaan pada cek pranikah juga dapat dilakukan sebelum merencanakan untuk memiliki anak.

Di mana saya bisa mendapatkan cek kesehatan pranikah?

Sebagian besar rumah sakit dan tempat pemeriksaan laboratorium sudah menyediakan layanan cek pranikah. Namun, sebaiknya Anda melakukan survei terkait ketersediaan jenis tes dan biaya yang akan dikeluarkan ke beberapa rumah sakit atau tempat pemeriksaan laboratorium. Pilih tempat yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan pasangan.

Jika Anda membutuhkan rekomendasi rumah sakit atau tempat pemeriksaan untuk cek pranikah, hubungi Medical Consultant kami di sini.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.
Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Pentingnya Medical Check Up

Penyakit muncul tanpa disertai gejala dan hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan medis. Maka itu, Baca Selengkapnya...

7 Cara Mudah Hidup Sehat

Di Indonesia, anjuran hidup sehat dikenal dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (disingkat GERMAS) Baca Selengkapnya...