Seberapa Efektif Rapid Test untuk Deteksi COVID-19?

Senin, 13 April 2020

Seberapa Efektif Rapid Test untuk Deteksi COVID-19?

Link Sehat- Seberapa efektif rapid test untuk deteksi Covid-19? Pertanyaan ini kerap muncul seiring semakin bertambahnya kasus positif. Per 12 April, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 4,241 dengan 359 pasien sembuh dan 373 meninggal dunia.

Banyaknya penambahan kasus baru yang terdeteksi dikarenakan pemerintah telah melakukan rapid test massal sejak 20 Maret lalu. Jadi jangan serta merta diartikan bahwa semakin banyak orang tertular seketika, tetapi lebih karena semakin banyak orang yang diperiksa, termasuk yang tidak mengalami gejala, sehingga pada akhirnya dapat diketahui statusnya apakah positif atau tidak.

Seberapa efektif rapid test untuk cek Covid-19?

Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh. IgM adalah antibodi yang pertama kali diproduksi oleh tubuh ketika terinfeksi virus (paparan baru). Sedangkan IgG adalah antibodi yang menandakan bahwa tubuh pernah terinfeksi virus (paparan lama).

Rapid test dilakukan dengan mengambil sampel darah dari ujung jari, kemudian diteteskan ke alat. Selanjutnya, cairan khusus untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasil pemeriksaan akan muncul 10-15 menit berupa garis merah.


Jika hasil rapid test positif

Hasil positif pada rapid test menunjukkan bahwa seseorang pernah terinfeksi virus golongan Coronavirus. Jangan panik dulu, karena yang terdeteksi pada rapid test bisa saja antibodi virus lain atau Coronavirus jenis lain (bukan SARS-COV-2).

Melansir informasi dari Kementerian Kesehatan RI melalui akun Instagram-nya, berikut ini hal yang harus Anda lakukan jika hasil rapid test positif:

  • Jika tidak ada gejala seperti demam, batuk, tenggorokan gatal dan sesak napas, Anda harus berada di rumah untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
  • Hubungi layanan digital health untuk berkonsultasi. Saat ini Anda bisa konsultasi dengan dokter seputar COVID-19 di sini.
  • Saat muncul gejala COVID-19, seperti demam, batuk, tenggorokan gatal dan sesak napas yang memberat, segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan guna pemeriksaan lebih lanjut.



Jika hasil rapid test negatif

Untuk hasil negatif pada rapid test, ada kemungkinan bahwa seseorang sebenarnya sudah terinfeksi, tapi antibodi belum terbentuk. Itu mengapa jika hasilnya negatif, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang 7-10 hari setelahnya. Anda juga perlu melakukan isolasi mandiri selama 14 hari meski tidak menunjukkan gejala dan merasa sehat.

Selama melakukan isolasi mandiri, Anda perlu memantau kondisi kesehatan secara rutin. Jika muncul gejala COVID-19 (seperti batuk, demam, suara serak, sesak napas), segera hubungi layanan kesehatan atau hotline COVID-19 Kemenkes RI untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Jadi, bisa disimpulkan jika rapid test hanya untuk skrining awal, bukan untuk mendiagnosis COVID-19. Tes yang dapat memastikan apakah seseorang terinfeksi SARS-CoV-2 hanyalah pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction), karena bisa mendeteksi langsung keberadaan virus (bukan dari antibodi).

Apakah semua orang bisa melakukan rapid test?

Alat rapid test masih terbatas sehingga tidak semua orang bisa melakukannya. Sejauh ini pemeriksaan rapid test diprioritaskan untuk orang berisiko tinggi, seperti:

  • Orang dalam pemantauan (ODP)
  • Pasien dalam pengawasan (PDP)
  • Orang yang pernah kontak dengan pasien positif
  • Petugas kesehatan dan orang yang bekerja di puskesmas/klinik
  • Orang dengan profesi yang interaksi sosialnya tinggi

Jika berada di luar kriteria tersebut, walaupun Anda tidak ikut diperiksa, tetapi Anda tetap perlu ikut serta dalam mencegah penularan COVID-19 lebih lanjut, yakni dengan:

  • Rutin mencuci tangan pakai sabun
  • Tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak
  • Apabila terpaksa harus bepergian, maka tetap menjaga jarak aman dengan sekitar (setidaknya 1-2 meter) dan pakai masker
  • Gunakan masker setiap saat jika Anda merasakan gejala sakit, serta menerapkan gaya hidup sehat agar daya tahan tubuh optimal

Di mana saya bisa melakukan rapid test?

Rapid test gratis biasanya diberikan oleh pemerintah sesuai kriteria orang yang diprioritaskan. Jika Anda bukan termasuk ODP dan PDP, tetapi ingin melakukan rapid test, Anda bisa mendaftarkan diri via LinkSehat melalui WhatsApp. Kami punya layanan rapid test dari rumah untuk Anda dan keluarga sehingga tidak perlu keluar rumah dan tetap aman dari COVID-19.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)

Kemenkes RI. (2020). Pedoman Pencegah dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19).
Kemenkes RI. (2020). Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Rapid Test Positif?.
Kemenkes RI. (2020). Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Rapid Test Negatif?.
WHO. (2020). Coronavirus Disease (COVID-19) Advice for Public.
WHO. Laboratory Testing for Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) in Suspected Human Cases.


Author Novi Sulistia Wati, S.KM Novi Sulistia Wati, S.KM
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

FAQ Seputar Covid-19

Buat yang masih penasaran soal Covid-19, berikut fakta yang perlu diketahui.

Efektifkah PSBB Untuk Atasi COVID-19?

Meski PSBB telah diterapkan, masih banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Lantas, Baca Selengkapnya...

The New Normal Pasca Covid-19, Apa Maksudnya?

Istilah 'the new normal' menjadi perbincangan menarik bagi masyarakat. Lantas sebenarnya, apa yang Baca Selengkapnya...