Penyakit A-Z

Kanker Ovarium

Kanker Ovarium

Link Sehat - Organ reproduksi wanita normalnya memiliki dua indung telur (ovarium). Jika timbul keganasan pada salah satu ovarium, maka disebut sebagai kanker ovarium. Kanker ini biasanya terdeteksi ketika sudah menyebar (metastasis) ke organ pelvis sehingga lebih sulit untuk diobati.

Gejala kanker ovarium

Gejala kanker ovarium bisa sangat beragam bagi tiap wanita. Gejala dapat berupa kembung pada perut, rasa adanya sesuatu yang menekan perut, cepat merasa kenyang, sulit menelan makanan, penurunan berat badan, nyeri atau tidak nyaman pada panggul, perubahan pola buang air besar, dan meningkatnya frekuensi buang air kecil.

Gejala lain meliputi mudah lelah, konstipasi, rasa panas pada dada, nyeri punggung, jadwal haid tidak teratur, dan nyeri saat berhubungan seksual. Keluhan tersebut memang sangat beragam, namun keluhan pada kanker ovarium menetap seiring dengan membesarnya kanker ovarium.

Pada tahap awal, kanker ovarium sangat jarang menimbulkan gejala. Maka itu jika Anda memiliki keluhan tertentu pada panggul dan memiliki riwayat keluarga yang memiliki kanker ovarium atau kanker payudara, segeralah berbicara dengan dokter.

Penyebab kanker ovarium

Penyebab kanker ovarium masih belum jelas. Namun secara umum, kanker disebabkan karena sel yang DNA-nya bermutasi. Sel tersebut tumbuh dan memperbanyak diri dengan cepat tak terkendali sehingga muncul tumor.

Sel normal memiliki masa umur namun pada sel kanker. Sel tersebut terus memperbanyak diri tanpa mati sehingga mendesak sel yang sehat dan membuat sel sehat mati. Saat sel kanker keluar dari tempat asalnya, ini disebut dengan fase metastasis.

Meskipun penyebab masih belum diketahui secara jelas, namun terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kanker ovarium, antara lain:

  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Ada riwayat keluarga dengan kanker, terutama kanker ovarium
  • Menggunakan obat pengganti hormon estrogen
  • Haid terlalu dini atau terlambat menopause
  • Mengalami endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim

Diagnosis kanker ovarium

Saat ini belum tersedia pemeriksaan rutin untuk skrining kanker ovarium. Yang bisa Anda lakukan adalah segera ke dokter jika mengalami gejala mirip kanker ovarium.

Jika Anda dicurigai mengalami kanker ovarium, dokter akan melakukan pemeriksaan pelvis untuk meraba benjolan. Jika tumor sudah besar maka benjolan dapat teraba, bahkan saat menekan kandung kemih dan rektum. Pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah USG transvagina, CT Scan, MRI, CA-125, dan biopsi.

Pengobatan kanker ovarium

Pengobatan kanker ovarium biasanya menggunakan kombinasi antara operasi, kemoterapi, dan terapi target (masih dalam penelitian).

Pencegahan kanker ovarium

Pencegahan kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Namun, Anda disarankan untuk mengontrol atau mengurangi risiko kanker dengan:

  • Konsultasi ke dokter mengenai apabila menggunakan KB hormonal atau terapi pengganti hormon
  • Rutin periksa ke dokter jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker, terutama kanker ovarium

Jika Anda atau keluarga tercinta sedang menghadapi kanker ovarium dan membutuhkan rekomendasi dokter/rumah sakit berkualitas, kami bisa membantu. Hubungi Medical Consultant kami via Whatsapp atau isi form konsultasi agar kami bisa menghubungi Anda.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

Healthline. (2017). What are the Early Signs of Ovarian Cancer and How Do You Detect Them?.
Mayo Clinic. (2019). Ovarian cancer.
Medicalnewstoday. (2019). What is ovarian cancer?.


Author dr. Kezia Christy dr. Kezia Christy
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Berbagai Pilihan Pengobatan Kanker

Bersama dengan dokter, Anda dapat menimbang manfaat dan risiko dari setiap pilihan perawatan kanker Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan