The New Normal Pasca Covid-19, Apa Maksudnya?

Rabu, 13 Mei 2020

The New Normal Pasca Covid-19, Apa Maksudnya?

Link Sehat - Sampai ditemukannya vaksin yang efektif mencegah Covid-19, masyarakat dunia akan ‘dipaksa’ untuk bisa hidup berdamai dan beradaptasi dengan virus SARS-CoV-2. Mungkin inilah yang disebut dengan New Normal. Tapi pertanyaannya adalah…

Apa yang dimaksud dengan new normal?

Apakah ini merupakan situasi dan perilaku baru yang terbentuk setelah pandemi Covid-19? Atau sebenarnya, manusia hanya kembali ke perilaku yang seharusnya sedari dulu dilakukan. Apapun itu, ‘the new normal’ menjadi perbincangan menarik bagi masyarakat.

Jika didefinisikan, ‘the new normal’adalah pola hidup baru yang tercipta sebagai bentuk adaptasi manusia dengan situasi baru. Penyesuaian yang dimaksud meliputi:

  • Selalu mencuci tangan pakai sabun, termasuk membawahand sanitizersaat bepergian
  • Pakai masker saat berada di tempat keramaian dan transportasi publik
  • Jaga jarak aman dengan orang di sekitar/menghindari kerumunan (physical distancing)

Bentuk lainnya adalah pengukuran suhu/semprot disinfektan yang dilakukan sebelum memasuki gedung perkantoran atau mall. Setidaknya sampai vaksin ditemukan atau ketika virus SARS-CoV-2 benar-benar hilang, karena sebagian besar masyarakat masih rentan.

Bahkan menurut beberapa ahli, pandemi Covid-19 akan berlangsung lama, setidaknya sampai dua tahun ke depan. Jadi, Anda tidak bisa berpura-pura bahwa virusnya sudah pergi. Ingat bahwa Anda bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Bahkan setelah vaksin Covid-19 tersedia.

Mungkinkan Covid-19 benar-benar hilang?

Ini belum dapat dipastikan. Namun banyak ahli berpendapat bahwa sangat tidak mungkin untuk virus SARS-CoV-2 menghilang karena sifatnya yang sangat mudah menular pada populasi manusia. Yang mungkin terjadi adalah penurunan kasus dan meningkatnya kemampuan adaptasi tubuh manusia terhadap virus tersebut. Ini jugalah yang terjadi pada sebagian besar wabah lain dalam sejarah manusia. Wabahnya berakhir dalam artinya penyakitnya tetap bisa muncul dalam jumlah kasus dan luas penyebaran yang jauh lebih kecil.

Penurunan kasus juga bergantung pada kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, meliputi: pelaksanaan rapid test massal dan prosedur isolasi (baik mandiri di rumah atau di fasilitas pelayanan kesehatan). Namun jika setelah Covid-19 berakhir, manusia tetap acuh dalam menjaga kebersihan dan kesehatan (seperti tidak memakai masker, berkerumun, dan tidak mencuci tangan), maka besar kemungkinan akan terjadi gelombang kedua dengan jumlah kasus yang meningkat.

Anda tentu tidak ingin hal itu terjadi. Jadi pastikan untuk mematuhi anjuran pemerintah. Diam di rumah serta pastikan untuk menjaga jarak saat bepergian, pakai masker, dan selalu cuci tangan pakai sabun (terutama sebelum makan dan menyentuh area wajah).

Hubungi dokter kami jika Anda memiliki gejala mirip Covid-19.

Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)

Everydayhealth. 2020 The New Normal: What We Know About the Coronavirus So Far and How We Got Here.
WebMD. 2020. COVID and Med Ed: Resident and Student Describe 'New Normal'.
World Economic Forum. How and when will this pandemic end? We asked a virologist.


Author Novi Sulistia Wati, S.KM Novi Sulistia Wati, S.KM
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

FAQ Seputar Covid-19

Buat yang masih penasaran soal Covid-19, berikut fakta yang perlu diketahui.

Covid-19: Kenapa Social Distancing Penting?

Untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, banyak negara telah menyarankan warganya untuk melakukan Baca Selengkapnya...

Seberapa Efektif Rapid Test untuk Deteksi COVID-19?

Berkat skrining awal rapid test, semakin banyak jumlah kasus positif COVID-19 yang dapat Baca Selengkapnya...