Penyakit A-Z

Kanker Serviks

Kanker Serviks

Link Sehat - Kanker serviks adalah pertumbuhan abnormal dari sel-sel serviks wanita dan bisa menginvasi jaringan atau organ lain di dalam tubuh. Serviks atau dikenal dengan leher rahim adalah bagian terbawah dari rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak kedua di Indonesia setelah kanker payudara.

Perlu diketahui bahwa kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang dapat disembuhkan jika terdeteksi dini dan ditangani dengan efektif. Harapan kesembuhan dapat berkurang sesuai dengan makin tingginya stadium saat kanker serviks dideteksi.

Gejala kanker serviks

Gejala pada kanker serviks diantaranya adalah:

  • Perdarahan abnormal dari kemaluan setelah berhubungan seksual
  • Perdarahan abnormal dari kemaluan pada masa menopause
  • Haid yang tidak teratur atau mendapatkan haid tidak lama setelah haid sebelumnya selesai (intermenstrual)
  • Nyeri pada kaki, punggung, atau panggul
  • Penurunan berat badan yang signifikan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa tidak nyaman pada kemaluan
  • Keluar cairan berbau dari kemaluan
  • Bengkak pada salah satu kaki

Gejala dan tanda lain yang lebih parah dapat muncul pada kasus kanker serviks yang sudah menyebar. Jika mengalami gejala-gejala di atas, segera bicara dengan dokter Anda untuk menentukan diagnosis dan penanganan selanjutnya.

Penyebab kanker serviks

Hampir sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus human papilloma atau HPV, virus yang paling sering ditransmisikan melalui hubungan seksual. Meskipun infeksi awal HPV tidak menimbulkan gejala apapun, infeksi HPV yang terus-menerus dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita.

Terdapat lebih dari 100 tipe HPV. Ada beberapa tipe HPV yang tidak menyebabkan kanker, melainkan menyebabkan penyakit lain seperti kutil kelamin. Namun, ada setidaknya 14 tipe HPV yang dapat menyebabkan kanker. HPV tipe 16 dan 18 yang paling sering menjadi penyebab dari kanker serviks.

Anda berisiko tinggi terkena kanker serviks jika:

  • Memiliki daya tahan tubuh yang rendah (pada penderita HIV)
  • Memiliki riwayat berhubungan seksual dengan lebih dari satu orang
  • Sudah melahirkan tiga kali atau lebih
  • Melahirkan pertama kali pada usia sangat muda
  • Aktif merokok

Diagnosis kanker serviks

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang progresnya lambat dibandingkan dengan kanker jenis lain. Hal ini memberikan kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan skrining dan deteksi dini pada wanita yang memiliki risiko terkena kanker serviks. Skrining dan deteksi dini sebaiknya dilakukan meskipun tidak ada gejala yang dirasakan.

Skrining yang rutin dilakukan dan dapat mendeteksi dini kanker serviks adalahpap smear. Pada skrining ini, dokter kandungan Anda akan mengambil sedikit jaringan dari dari sel-sel serviks Anda lalu dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Pemeriksaan ini untuk melihat apakah terdapat sel-sel prakanker atau sel-sel yang berpotensi menjadi kanker.

Hasil skrining yang normal menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda perubahan sel pada serviks yang bisa menjadi kanker serviks. Namun, skrining ini tetap perlu diulang secara rutin sesuai anjuran dokter kandungan Anda. Sedangkan hasil skrining yang abnormal menunjukkan bahwa terdapat sel-sel prakanker, sel-sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks jika tidak ditangani dengan efektif.

Pengobatan kanker serviks

Kanker serviks dapat diobati, terutama jika diagnosis diketahui sejak dini. Pengobatan kanker sangat bergantung dengan ukuran kanker, keinginan untuk memiliki anak di kemudian hari, usia, dan apakah kanker sudah menyebar ke bagian lain atau belum. Pilihan pengobatan kanker serviks adalah:

  • Kemoterapi adalah pengobatan yang diberikan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan dari sel-sel kanker. Obat-obatan kemoterapi diberikan melalui infus ke dalam pembuluh darah.
  • Radioterapi menggunakan sinar-X dengan energi tinggi untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker. Terapi radiasi biasa diberikan sebelum atau sesudah operasi.
  • Operasi merupakan terapi utama untuk kanker serviks. Sebelum operasi, Anda mungkin akan diberikan kemoterapi atau radiasi untuk mengurangi ukuran tumor. Jenis operasi sangat bergantung kepada seberapa besar kanker dan apakah kanker sudah menyebar atau belum. Beberapa jenis operasi untuk kanker serviks, antara lain: konisasi (operasi untuk kanker serviks yang berukuran kecil dan belum menyebar) serta pengangkatan rahim/serviks (total histerektomi).

Semua pengobatan kanker serviks menimbulkan beberapa efek samping. Berdiskusilah dengan dengan dokter Anda sebelum memilih pengobatan yang tepat untuk kanker serviks.

Pencegahan kanker serviks

Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang dapat dicegah. Pencegahan kanker serviks dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni:

Pencegahan primer

Dilakukan dengan pemberianvaksin HPV. Vaksin ini diberikan pada wanita usia 9-14 tahun atau pada wanita yang belum pernah berhubungan seksual. Selain itu, edukasi seksual juga perlu diberikan kepada anak-anak remaja agar terhindar dari pergaulan seks bebas.

Pencegahan sekunder

Diberikan pada wanita yang sudah berhubungan seksual atau berusia di atas 30 tahun. Pada pencegahan ini dilakukan pemeriksaan skrining rutin dengan dokter kandungan, lalu dilanjutkan dengan penanganan langsung sesuai hasil pemeriksaan.

Jika hasil skrining menunjukkan sel-sel prakanker, yang berarti ada bagian serviks yang menunjukkan tanda akan berkembang menjadi kanker, terdapat dua prosedur yang menjadi pilihan penanganan yaitu:

  • Cryotherapy, yaitu prosedur menghancurkan sel-sel prakanker dengan cara pembekuan.
  • Loop electrosurgical excision procedure (LEEP), yaitu prosedur mengambil sel-sel pra-kanker dengan cara eksisi.

Saran pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah memiliki hanya satu pasangan seksual saja, menjaga berat badan tetap ideal, banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, tidak menggunakan pil KB terlalu lama, serta tidak merokok. Wanita yang merokok memiliki resiko dua kali lebih besar terkena kanker serviks.

Pencegahan tersier

Pencegahan tersier adalah pencegahan yang dilakukan jika seseorang sudah terkena kanker serviks dengan tujuan agar sel-sel kanker tersebut tidak menyebar ke jaringan atau organ lain. Pilihan penanganan yang dilakukan untuk mencegah agar sel-sel kanker tidak menyebar adalah operasi, radioterapi, kemoterapi, dan perawatan paliatif.

Untuk menentukan penanganan mana yang terbaik untuk Anda, silakan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.

PAHO. (2019). What women should know about human papillomavirus and cervical cancer.
WebMD. (2018). Cervical cancer.
WHO. (2018). Cervical cancer.


Author dr. Nathania Tjuwatja dr. Nathania Tjuwatja
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Berbagai Pilihan Pengobatan Kanker

Bersama dengan dokter, Anda dapat menimbang manfaat dan risiko dari setiap pilihan perawatan kanker Baca Selengkapnya...

Navigation Pengertian Gejala Penyebab Diagnosis Pengobatan Pencegahan