Muntaber

Rabu, 23 Oktober 2019

Muntaber

LinkSehat - Muntaber, disebut juga gastroenteritis atau flu perut, adalah peradangan yang terjadi pada dinding saluran cerna (khususnya lambung dan usus). Muntaber identik dengan gejala mual, muntah, dan diare yang muncul secara tiba-tiba dalam waktu bersamaan.

Gejala muntaber

Selain mual, muntah, dan diare, penderita muntaber juga dapat mengalami:

  • Sakit dan kram perut
  • Tidak nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Pegal linu

Jika Anda sering mual, muntah, dan diare, segera Konsultasi Dokter Online di aplikasi LinkSehat. Apalagi jika muntah dan diare yang dialami menimbulkan gejala dehidrasi, seperti jarang buang air kecil serta mulut kering. Download Sekarang.

Penyebab muntaber

Muntaber umumnya disebabkan oleh infeksi virus (seperti rotavirus dan norovirus), bakteri, dan parasit (seperti amebiasis). Biasanya virus penyebab muntaber menyebar melalui:

  • Makanan yang terkontaminasi
  • Kontak langsung dengan penderita

Penyebab muntaber lainnya adalah paparan zat kimia, racun, dan efek samping konsumsi obat.

Diagnosis muntaber

Dokter akan memeriksa kondisi fisik, gejala, dan aktivitas terakhir yang dilakukan penderita. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang, berupa:

  • Pemeriksaan sampel tinja
  • Hitung darah lengkap
  • Tes fungsi ginjal
  • Tes elektrolit dalam darah

Pengobatan muntaber

Muntaber termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya setelah sistem pertahanan tubuh mampu mengalahkan kuman penyebab muntaber.

Penderita muntaber hanya perlu beristirahat dan minum banyak air untuk mencegah dehidrasi. Larutan oralit juga dapat dikonsumsi untuk mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang. Hal lain yang perlu diperhatikan penderita muntaber adalah:

  • Makan dengan porsi sedikit, tapi lebih sering
  • Perbanyak asupan makanan tinggi kalium (seperti nasi, kentang, roti, pisang)
  • Hindari makanan dan minuman yang dapat memperparah muntaber (seperti makanan tinggi serat, makanan tinggi gula, keju, yogurt, alkohol, kopi, susu)

Obat antidiare diberikan jika diare tidak kunjung membaik. Antibiotik diresepkan pada kasus muntaber yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Perlukah penderita muntaber menjalani rawat inap?

Rawat inap dianjurkan jika penderita muntaber:

  • Memiliki tanda dehidrasi saat pemeriksaan fisik
  • Mengalami keluhan muntah dan diare yang sangat sering
  • Kesulitan makan dan minum (termasuk saat mengonsumsi obat) karena sering muntah

Pencegahan muntaber

Muntaber dapat dicegah dengan rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan, saat menyiapkan makanan, serta sebelum menyentuh wajah, hidung, dan mulut. Cara lainnya:

  • Hindari mengonsumsi makanan setengah matang
  • Cuci sayuran buah dan sayuran hingga bersih
  • Minum air yang dapat terjamin kebersihannya, misalnya air minum dalam kemasan atau air yang sudah dididihkan
  • Hindari penambahan es batu yang tidak terjamin kebersihannya dalam minuman
Medical Assistance kami siap bantu:
  • Booking tes COVID-19
  • Rekomendasi dokter atau RS
  • Buat janji dokter penyakit kronis
  • Buat janji dokter di luar negeri
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Mencari paket check up & bayi tabung (IVF)

Mayo Clinic. (2018). Diseases & conditions. Viral gastroenteritis (stomach flu).
WebMD. Digestive disorders. Gastroenteritis.


Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

Diare

Diare merupakan kondisi ketika seseorang mengalami buang air besar lebih sering dari biasanya.

Diare pada Anak

Diare pada anak tidak boleh dianggap sepele, karena bisa mengancam nyawanya.

Influenza

Influenza mudah menular ke orang lain, terutama pada 3-4 hari pertama setelah penderitanya Baca Selengkapnya...