Mengenal PCR dan Bedanya dengan Rapid Test Covid-19

Sabtu, 13 Juni 2020

Mengenal PCR dan Bedanya dengan Rapid Test Covid-19

Link Sehat - PCR adalah pemeriksaan lab untuk deteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, ataupun virus. Material genetik ini bisa berupa DNA/RNA virus yang dapat dibedakan dari jumlah rantai di dalamnya.

Pada kasus Covid-19, PCR digunakan untuk deteksi keberadaan material genetik SARS-CoV-2.

Bagaimana prosedur tes PCR untuk diagnosis Covid-19?

Pemeriksaan PCR diawali dengan pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dengan metode usap (swab). Sampel diambil dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan), orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan), ataupun paru-paru seseorang yang diduga terinfeksi Covid-19.

Proses pengambilan sampel biasanya berlangsung sekitar 15 detik dan jarang menimbulkan rasa sakit. Sampel usapan yang telah diambil akan diteliti di laboratorium.

Material genetik SARS-CoV-2 merupakan jenis RNA, sehingga perlu diubah (konversi) menjadi DNA menggunakan enzimreverse-transcriptase. Setelah berhasil diubah, alat PCR akan memperbanyak materi genetik virus agar dapat terdeteksi.

Hasil tes positif menunjukkan adanya SARS-CoV-2 dari sampel yang diperiksa.

Apa perbedaan PCR dan rapid test Covid-19?

PCR berbeda dengan rapid test.

Rapid test dilakukan sebagai skrining awal untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM dan IgG ketika terpapar virus Corona. Yang perlu diketahui adalah, pembentukan antibodi membutuhkan waktu 2-4 minggu setelah terpapar virus, sehingga hasil rapid test belum dapat dikatakan akurat apabila tidak diambil pada saat yang tepat.

Hasil negatif tidak menjamin seseorang bebas Covid-19. Begitu juga saat hasil positif bukan berarti seseorang terinfeksi SARS-CoV-2, karena mungkin saja ia terinfeksi Coronavirus jenis lain. Itu mengapa rapid test perlu dilakukan berulang kali, setidaknya harus dilakukan ulang 7 hari setelah tes pertama.

Disinilah pentingnya dilakukan PCR untuk mendeteksi keberadaan virus di dalam tubuh, sehingga hasil tesnya dianggap paling akurat untuk mendeteksi Covid-19. Jadi, PCR memang banyak dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil dari rapid test.

Berapa biaya yang diperlukan untuk tes PCR dan rapid test?

Harga tes PCR cenderung lebih mahal dibandingkan rapid test.

Rapid test banyak tersedia gratis, terutama di area zona merah. Namun, Anda juga bisa melakukannya di fasilitas kesehatan swasta dengan harga bervariasi, rata-rata 300 - 500 ribuan. Sedangkan untuk tes PCR, biaya yang diperlukan sekitar 1 jutaan.

Biaya PCR lebih mahal karena mempertimbangkan aspek prasarana, fasilitas lab, keselamatan pemeriksa, hingga kebutuhan untuk reagen (pereaksi) kimia yang mencapai 800 ribu - 1 juta untuk setiap tes.

Jika Anda punya pertanyaan seputar swab PCR, rapid test, atau Covid-19 lainnya, konsultasi gratis di sini.

Konsultasi Gratis
Butuh rekomendasi dokter/rumah sakit, estimasi biaya berobat, dan paket medical check up untuk keluhan Anda? Hubungi Medical Consultant kami.
Author Novi Sulistia Wati, S.KM Novi Sulistia Wati, S.KM
Reviewed by dr. Winner NG dr. Winner NG

Nilai Artikel Ini

Artikel Terkait

FAQ Seputar Covid-19

Buat yang masih penasaran soal Covid-19, berikut fakta yang perlu diketahui.

Seberapa Efektif Rapid Test untuk Deteksi COVID-19?

Berkat skrining awal rapid test, semakin banyak jumlah kasus positif COVID-19 yang dapat Baca Selengkapnya...

The New Normal Pasca Covid-19, Apa Maksudnya?

Istilah 'the new normal' menjadi perbincangan menarik bagi masyarakat. Lantas sebenarnya, apa yang Baca Selengkapnya...